Pagi Sabtu Ola dan Ayah

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated

Pagi ini bersiap lagi. Jam setengah enam, mata Ola sudah terbuka lebar. Biasanya Sabtu begini dia malas bangun dan terus berguling di kasur. Tapi hari ini berbeda. "Ayah, bangun! Ajak berenang!" serunya sambil menggoyang-goyang bahu Ayah yang masih terlelap.

Ayah mengucek mata sambil tersenyum. "Sabtu pagi, La... libur..."

"Justru karena libur, Yah! Sekolah libur, jadi bisa. Ayah kan sudah janji minggu lalu!" Ola sudah memakai baju renang favoritnya yang berwarna merah muda. Tas renangnya berisi kacamata renang, topi, handuk, dan pelampung bebek kesayangan. Cuaca cerah sempurna, langit biru tanpa mendung.

Ayah akhirnya bangun dan bersiap. Mereka berjalan kaki ke kolam renang umum di ujung kompleks. Sepanjang jalan, Ola bernyanyi kecil penuh semangat.

Sesampai di tempat pemandian, udara pagi masih sejuk. Ayah mengingatkan, "Ola, jangan langsung terjun. Pemanasan dulu, ya. Biar otot tidak kram." Mereka melakukan peregangan bersama di pinggir kolam: memutar leher, mengayun tangan ke depan dan belakang, meregang punggung, lalu memutar pergelangan kaki. Ola menghitung satu sampai sepuluh dengan suara nyaring. "Bagus sekali, La. Sekarang tubuh sudah hangat," puji Ayah.

Mereka lalu duduk di tepi kolam, mencelupkan kaki bergantian. "Dingin, Yah! Tapi segar sekali!" seru Ola sambil tertawa kecil. Ayah ikut tertawa. Lanjut berenang, Ola menceburkan diri lebih dulu. "Horeee!" Ayah menyusul, setia menemani di area kolam yang dangkal.

Tak lama, seorang anak perempuan seusia Ola mendekat sambil membawa pelampung berbentuk ikan. "Halo, pelampung bebekmu lucu banget! Aku Sari. Boleh main bareng?" Ola tersenyum lebar. "Tentu! Namaku Ola. Ayo kita kejar-kejaran!" Ola mulai berbaur sama teman sebaya di kolam renang, ini sudah tambah semangat lagi. Mereka saling mengejar, memercikkan air, dan tertawa riang. Ola bahkan berani melepas pelampung sejenak sambil berpegangan pinggir kolam. Wajahnya berseri-seri.

Sementara itu, aku bergeser menepi ke bangku kayu di bawah pohon rindang. Dari sana aku tetap mengawasi Ola, tapi sambil mempersiapkan nanti kalau sudah selesai berenangnya. Handuk kering aku lipat rapi di bangku. Botol minum berisi air hangat dan camilan (roti isi cokelat serta pisang) aku keluarkan dari tas.

Aku juga menyiapkan baju ganti Ola yang bersih dan wangi. Sesekali aku melambaikan tangan saat Ola menoleh. Aku pun mengobrol santai dengan ayah Sari yang ikut menepi sambil membaca koran.

Setelah puas bermain, Ola keluar dari kolam dengan wajah merah merona. Rambutnya basah menetes. "Ayah, seru banget! Aku janji besok ajak Sari lagi. Ayah lihat kan aku sudah berani sedikit tanpa pelampung?" Ayah menyeka rambut Ola dengan handuk. "Hebat, Nak.

Sekarang ganti baju dulu, kita makan camilan." Ola mengangguk gembira. Mereka duduk bersama di bangku, menikmati roti dan pisang sambil bercerita tentang tadi. Pagi yang melelahkan tapi membahagiakan.

🏊‍♀️👨‍👧☀️

Iklan

sponsor

Posting Komentar

💬 Kolom Komentar

💬 Komentar | Tanya

Memuat komentar...

Subscribe

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.