Jumat pagi biasanya identik dengan aroma sarapan yang belum sempat tersentuh karena buru-buru ke masjid. Tapi Jumat kali ini beda. Saya bukan sedang mengejar imam salat Jumat, melainkan mengejar sesuatu yang tak kalah penting: update data.
Ya, hari ini saya menyambangi markas Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Jombang. Bukan untuk rapat pleno yang tegang, bukan pula untuk membahas strategi politik tingkat tinggi. Saya datang dengan misi mulia: update data SATUMU. (Bagi yang belum tahu, SATUMU itu singkatan dari Sistem Administrasi Terpadu Muhammadiyah. Kalau ada yang bertanya, "Satu mu apa?" bukan, itu bukan ajakan jadian, ya.)
Begitu sampai di lokasi, saya langsung disambut dua orang yang sudah tidak asing lagi: Bapak Mustakim dan Bapak Fano. Mereka berdua adalah staf PDM Jombang yang hari itu bertugas sebagai "pemandu wisata data". Tanpa banyak basa-basi, saya langsung diarahkan ke meja kerja, ditemani laptop, segelas air putih, dan yang paling penting—senyum ramah yang bikin rasa gugup hilang.
Update Data? Santai Aja, Bro!
Jujur, awalnya saya pikir proses update data SATUMU ini akan serius, kaku, dan bikin kening berkerut. Ternyata salah besar. Bapak Mustakim dengan sabar menjelaskan setiap kolom yang harus diisi, sementara Bapak Fano sesekali menyelipkan candaan yang bikin suasana cair.
"Kalau salah isi, nggak apa-apa. Yang penting jangan salah masukin nama mantan," celetuk Pak Fano sambil tertawa. Saya pun ikut tertawa, meski dalam hati berdoa semoga data saya tidak error.
Proses update data berjalan lancar. Di sela-sela klik-klik dan copy-paste, obrolan kami melebar ke mana-mana. Mulai dari cerita kegiatan Muhammadiyah di desa-desa, pengalaman lucu saat rapat, sampai rencana-rencana ke depan. Tidak ada jarak antara "orang baru" dan "staf senior". Semua mengalir seperti ngobrol di warung kopi hanya saja ini di kantor PDM, dan kopinya diganti air putih.
Keakraban yang Mengurai Jarak
Yang paling saya rasakan dari kunjungan singkat ini adalah keakraban. Di tengah kesibukan mengurus organisasi sebesar Muhammadiyah, Bapak Mustakim dan Bapak Fano masih menyempatkan diri untuk bercanda, mendengarkan, dan memberi arahan dengan penuh kesabaran. Tidak ada kesan "saya sibuk, jangan ganggu". Justru sebaliknya, mereka membuka pintu selebar-lebarnya.
Obrolan kami pun mengurai banyak hal. Saling dukung, saling mengingatkan, dan saling menyemangati. Saya sempat bertanya, "Pak, nggak capek ngurus data terus?" Pak Mustakim hanya tersenyum dan menjawab, "Capek itu pasti. Tapi kalau niatnya ibadah, capeknya jadi berkah."
Wah, jawaban yang sangat Muhammadiyah sekali. Saya pun terdiam, merasa baru saja mendapat quote kehidupan gratis.
Pulang Membawa Data (dan Cerita)
Selesai urusan, saya pamit. Data SATUMU sudah ter-update, hati pun ikut ter-update dengan energi positif. Saya keluar dari kantor PDM Jombang dengan perasaan ringan. Bukan karena beban data hilang, tapi karena saya tahu ada orang-orang seperti Pak Mustakim dan Pak Fano yang bekerja dengan tulus, santai, dan penuh kekeluargaan.
Jumat, 25 September 2026, mungkin bagi orang lain hanya tanggal biasa. Tapi bagi saya, ini adalah pengingat bahwa organisasi besar tidak dibangun hanya dari rapat-rapat formal dan dokumen tebal. Ia dibangun dari obrolan ringan, tawa lepas, dan keakraban yang saling menguatkan.
Terima kasih, PDM Jombang. Terima kasih, Pak Mustakim dan Pak Fano. Sampai jumpa di update data berikutnya. Semoga datanya tidak error, dan candaannya makin upgrade.
Iklan
sponsor