Tentang Cinta yang Sederhana

Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated
Tentang Cinta yang Sederhana
Gambar Dokumentasi


Jujur ya, saya bukan orang yang romantis. Kalau disuruh bikin puisi, biasanya saya lebih dulu bingung mau nulis apa. Tapi beberapa waktu lalu, saya nemu sebuah puisi pendek yang bikin saya diam sebentar. Bukan karena bahasanya rumit, justru sebaliknya sederhana banget, kayak ngobrol biasa. Tapi entah kenapa, rasanya nusuk.

Puisi itu judulnya "Untuk Istriku...". Isinya kira-kira begini:

Hiduplah lebih lama, sayang.

Sehatlah selalu untukku.

Karena masih banyak hal yang ingin kita jalani bersama.

Nah, dari baris pertama aja saya udah tersentuh. Nggak pakai kata-kata puitis macam "senja di ufuk barat" atau "bulan yang tersenyum malu". Cuma permintaan sederhana: hidup lebih lama, sehat selalu.

Tapi justru itu yang bikin berat. Karena kita semua tahu, waktu itu nggak bisa ditawar.

Cinta Itu Sering Nggak Kelihatan, Tapi Ada

Lanjut ke bait berikutnya:

Kamu mungkin nggak sadar,

betapa berartinya kamu bagiku.

Kamu yang selalu ada

dalam susah dan senangku.

Saya jadi mikir. Berapa banyak dari kita yang benar-benar sadar betapa berharganya pasangan kita?

Mungkin banyak. Tapi berapa banyak yang pernah bilang?

Mungkin... sedikit. Termasuk saya. Kadang kita lebih jago ngomel soal sampah yang nggak dibuang daripada bilang "makasih ya udah nemenin aku".

Padahal, pasangan kita itu kayak WiFi. Nggak kelihatan, tapi kalau hilang, hidup rasanya kacau. (Nah, ini bagian humorisnya. Semoga bermanfaat.)

Terima Kasih untuk Hal-Hal Kecil

Terima kasih sudah mengurusku,

dari hal kecil sampai besar.

Tentang Cinta yang Sederhana
Gambar Dokumentasi


Terima kasih sudah tetap bertahan,

meski menjadi istriku tidak selalu mudah.

Ini bagian yang bikin saya senyum-senyum sendiri. "Meski menjadi istriku tidak selalu mudah" duh, jujur banget. Saya yakin banyak suami di luar sana yang baca ini langsung merasa terwakilkan. Kadang jadi suami itu ya gitu: kadang manis, kadang bikin kesal, kadang lupa hari penting, kadang sok sibuk padahal cuma main HP.

Tapi di situlah lucunya. Cinta itu bukan tentang jadi sempurna. Cinta itu tentang tetap bertahan meski pasangan kita kadang menyebalkan. Dan kalau istri kita masih bertahan sampai sekarang, itu artinya dia sayang. Entah karena cinta, entah karena kasihan. Semoga yang pertama.

Rumah Tempat Pulang

Bait favorit saya:

Aku mungkin jarang mengatakannya,

tapi aku sangat membutuhkan kamu.

Kamu bukan cuma istriku.

Kamu adalah rumah tempatku pulang.

Nah, ini nih yang bikin merinding. "Rumah tempatku pulang" bukan berarti rumah dalam arti fisik ya. Rumah itu bisa berarti tempat kita merasa aman, tempat kita bisa jadi diri sendiri tanpa takut dihakimi, tempat kita bisa lepas sepatu dan lepas topeng sekaligus.

Banyak orang punya rumah megah, tapi nggak merasa pulang. Sebaliknya, ada yang rumahnya sederhana, tapi begitu masuk langsung merasa hangat. Itu karena "rumah" sebenarnya bukan bangunan. Rumah adalah orang.

Penutup: Sehat Selalu, Sayang

Jadi, sehat selalu sayang,

aku ingin bersamamu lebih lama.

Saya nggak tahu siapa yang nulis puisi ini. Mungkin suami yang lagi galau, mungkin juga hasil kecerdasan buatan (jangan-jangan...).

Tapi lepas dari itu, pesannya jelas: cinta yang tulus itu sering kali nggak ribet. Nggak perlu bunga mahal atau dinner romantis tiap minggu. Kadang cukup dengan bilang "sehat selalu ya, aku masih mau sama kamu sampai tua".

Jadi, buat kamu yang punya pasangan, coba deh sesekali bilang hal-hal sederhana kayak gini. Nggak usah nunggu momen spesial. Nggak usah nunggu Valentine.

Hari ini juga bisa. Siapa tahu pasanganmu lagi capek, dan kata-kata sederhana itu jadi obat.

Dan buat yang belum punya pasangan... ya nggak apa-apa. Puisi ini bisa jadi contekan buat nanti. Atau setidaknya jadi pengingat bahwa cinta yang baik itu nggak harus rumit.

Sekian artikel ini. Semoga bermanfaat. Kalau kamu tersentuh, berarti kamu manusia. Kalau kamu ketawa, berarti kamu waras. Kalau kamu dua-duanya, berarti kamu normal. Hehehe...

Iklan

sponsor

Posting Komentar

💬 Kolom Komentar

Silakan masuk menggunakan akun Google Anda.

Memuat komentar...

Subscribe

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.