Pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari sebuah perjalanan yang lebih dalam dan penuh makna. Untuk benar-benar menjadi satu kesatuan, Anda dan pasangan harus siap untuk terus berkembang, saling memperhatikan, dan mendukung satu sama lain. Dalam proses ini, kedua belah pihak perlu mengikis kelebihan, menutupi kekurangan, dan memperbaiki diri seoptimal mungkin.
Pernikahan bukanlah makanan siap saji yang bisa langsung dinikmati. Lebih tepatnya, pernikahan adalah seperti sebuah panci kosong. Anda berdua diberikan bahan-bahan mentah dan bersama-sama menyiapkan hidangan. Apa yang Anda sajikan adalah apa yang akan Anda nikmati. Jika Anda mengharapkan manisnya pernikahan, Anda berdua yang harus menciptakannya. Manisnya hubungan tidak datang begitu saja; ia lahir dari upaya bersama dalam mencampur bahan-bahan yang tepat—cinta, kesabaran, pengertian, dan komitmen.
Jangan menikah karena Anda mencari kebahagiaan semata. Pernikahan tidak akan memberikan kebahagiaan jika Anda sendiri tidak bahagia dari dalam diri. Demikian pula, pernikahan tidak akan membawa kedamaian jika Anda tidak memiliki kedamaian dalam diri. Sukacita dalam pernikahan hanya akan hadir jika Anda mampu menemukan sukacita dalam kedamaian hati Anda sendiri. Apa yang Anda bawa ke dalam pernikahan akan menentukan apa yang Anda dapatkan darinya.
Betapa indahnya sebuah pernikahan ketika pasangan saling memperhatikan, mengizinkan satu sama lain untuk memperbaiki diri, dan memberdayakan satu sama lain. Dengan saling mendukung dalam setiap langkah, Anda berdua akan semakin kuat sebagai individu dan sebagai pasangan. Dan pada akhirnya, pernikahan Anda akan menjadi sebuah karya indah yang Anda ciptakan bersama, sebuah refleksi dari cinta dan usaha yang Anda investasikan setiap harinya.
Iklan
sponsor
