Pernikahan tidak hanya merupakan ikatan sosial, tetapi juga memiliki dimensi spiritual yang mendalam.
Makna Menikah dalam Islam
- Menjaga Kehormatan
Menikah berfungsi sebagai pelindung dari perbuatan zina dan menjaga kehormatan diri. Para ulama menjelaskan bahwa pernikahan membantu seseorang untuk terhindar dari dua hal yang sering merusak agama: kemaluan dan perut. Dengan menikah, seseorang dapat mengendalikan hasrat seksual dan menghindari keserakahan.
- Pentingnya Taqwa
Setelah menikah, individu diingatkan untuk menjaga taqwa kepada Allah dalam aspek kehidupan lainnya. Ini mencakup menjaga lisan dan perilaku agar tetap sesuai dengan ajaran Islam. Dalam konteks ini, menjaga mulut dari ucapan yang tidak baik menjadi bagian dari tanggung jawab setelah menikah.
- Tujuan Pernikahan
Pernikahan dalam Islam bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan biologis, tetapi juga untuk mencapai ketenangan jiwa dan membangun rumah tangga yang harmonis. Surah Ar Rum ayat 21 menjelaskan bahwa Allah menciptakan pasangan agar mereka saling merasa tenang dan penuh kasih sayang.
Dalam Islam, pernikahan dianggap sebagai ibadah. Nabi Muhammad SAW bersabda, "Barang siapa menikah, maka ia telah menyempurnakan setengah dari agamanya, maka hendaklah ia bertakwa kepada Allah dalam setengah sisanya." (HR. Al-Baihaqi).
Melalui pernikahan, seseorang diharapkan lebih terjaga dari godaan maksiat, karena ia memiliki pasangan yang sah untuk menyalurkan kasih sayang dan kebutuhan biologisnya.
Hikmah dan Manfaat Menikah dalam Islam
Menciptakan Ketenangan Hati: Allah SWT berfirman dalam Surah Ar-Rum ayat 21: “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
Memperoleh Keturunan: Salah satu tujuan menikah dalam Islam adalah melanjutkan keturunan yang shaleh. Melalui pernikahan, umat Islam diharapkan melahirkan generasi yang bertakwa, yang akan melanjutkan dakwah Islam dan menjadi penerus perjuangan agama.
Menjaga Diri dari Kemaksiatan: Menikah memberikan perlindungan dari godaan syahwat yang bisa menjerumuskan seseorang ke dalam perbuatan dosa. Dalam Islam, menahan diri dari perbuatan zina dan hal-hal yang diharamkan sangat diutamakan, dan pernikahan menjadi solusi yang halal dan penuh berkah.
Menjadi Ladang Pahala: Setiap perbuatan dalam pernikahan yang didasari oleh niat ikhlas untuk mencari ridha Allah akan bernilai ibadah. Bahkan hal-hal kecil seperti memberi nafkah, bersikap lembut terhadap pasangan, dan menjaga kehormatan rumah tangga semuanya dapat menjadi jalan untuk meraih pahala.
Kesimpulan
Dengan demikian, menikah tidak hanya dianggap sebagai separuh agama, tetapi juga sebagai langkah penting dalam menjaga integritas moral dan spiritual seseorang. Hal ini mendorong individu untuk berkomitmen dalam menjalani hidup sesuai dengan ajaran Islam, serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menikah adalah sebuah sunnah yang sangat dianjurkan dan dianggap sebagai bentuk ibadah dalam Islam.
Dengan menikah, seorang Muslim tidak hanya memenuhi kebutuhan duniawi, tetapi juga menjalankan bagian dari syariat Islam yang bertujuan untuk menyempurnakan agamanya. Pernikahan bukanlah sekedar hubungan fisik atau formalitas belaka, melainkan jalan menuju ketakwaan yang lebih baik dan sarana untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, bagi seorang Muslim, menikah merupakan sunnah yang kuat, dan menjalankannya dengan niat yang baik akan menjadi ibadah yang penuh keberkahan.
Iklan
sponsor
