Perempuan inspiratif dengan segudang Prestasi

sosok inspiratif dari Catakgayam, Mojowarno, Jombang.
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated


Ibu Astatik Bestari adalah seorang perempuan luar biasa yang tinggal di desa Catakgayam, Mojowarno, Jombang. Selain seorang ibu dari dua anak, ia juga dikenal sebagai pendiri Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bestari. Namun, yang membuatnya istimewa bukan hanya peran itu. Di balik kesibukannya mendirikan PKBM, Astatik adalah seorang penulis yang kerap menuangkan gagasan-gagasannya dalam buku, terutama seputar pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Perjalanannya mendirikan PKBM Bestari penuh dengan tantangan. Ia memulai dengan tekad sederhana: memastikan setiap anak dan masyarakat di desanya memiliki akses pendidikan yang layak. Seiring waktu, PKBM Bestari berkembang menjadi pusat belajar yang diakui, tidak hanya di Jombang tetapi juga di tingkat nasional. Penghargaan demi penghargaan diraihnya, terutama melalui lomba Apresiasi PAUD yang diadakan oleh Dinas Pendidikan. Kemenangan ini tak hanya mengangkat PKBM Bestari, tetapi juga mempertegas peran Astatik dalam dunia pendidikan nonformal.

Sebagai penulis, Astatik sering membagikan pengalamannya dalam bentuk buku dan artikel, yang dibaca oleh banyak kalangan. Karya-karyanya dikenal inspiratif, menggerakkan hati para pembaca untuk berperan aktif dalam memajukan pendidikan. Beberapa bukunya bahkan dijadikan bahan referensi bagi praktisi pendidikan di daerah-daerah.

Tak jarang, Astatik diundang ke berbagai seminar dan pelatihan di luar Jombang, bahkan hingga ke luar Jawa Timur. Ia sering tampil sebagai narasumber, berbicara tentang pengelolaan PKBM, apresiasi GTK PAUD, serta metode belajar yang inklusif dan efektif. Dalam setiap kesempatan, ia berbicara dengan semangat yang membara, menginspirasi banyak orang untuk bergerak bersama dalam memajukan pendidikan di Indonesia.

Meskipun sibuk sebagai praktisi, tutor, dan narasumber, Ibu Astatik tidak pernah melupakan perannya sebagai ibu. Dua anaknya adalah sumber kekuatan dan inspirasi terbesar dalam hidupnya. Setiap hari, ia memastikan ada waktu untuk bersama mereka, mendengarkan cerita mereka, dan membimbing mereka dengan kasih sayang.

Di tengah pencapaiannya yang gemilang, Astatik tetap rendah hati. Baginya, prestasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sebuah jalan untuk terus berbagi ilmu dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Ketika ia menerima undangan untuk berbicara di seminar pendidikan nasional, ia hanya tersenyum dan berkata, "Ini bukan tentang saya, tapi tentang apa yang bisa kita lakukan bersama untuk masa depan anak-anak kita."

Kisah hidup Ibu Astatik Bestari adalah bukti bahwa seorang ibu, pendidik, dan penulis bisa mengubah dunia, satu langkah kecil pada satu waktu.

Iklan

sponsor

Posting Komentar

Subscribe

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.