Pembaca sejati adalah orang yang sabar. Ia tahu bahwa sebuah cerita tidak akan lengkap hanya dengan beberapa halaman pertama. Pembaca tidak akan terburu-buru menarik kesimpulan atau memberi label pada sesuatu tanpa menuntaskan apa yang ia baca. Inilah kekuatan seorang pembaca: tidak takut pada perbedaan, tidak gentar pada hal-hal yang asing. Meski belum pernah berada di tempat-tempat jauh, mereka menemukan dunia-dunia baru hanya dengan membuka lembaran-lembaran kertas.
Sayangnya, sensasi mendalam ini mulai terlupakan. Banyak orang kehilangan keajaiban membaca, padahal mereka yang jatuh cinta pada membaca akan rela melakukan apa saja untuk bertemu kembali dengan kecintaan mereka ini. Ketika kita mencintai sesuatu, kita akan menjaganya, merawatnya, dan tidak membiarkan rasa itu pudar. Karena seperti halnya cinta yang lain, jika tidak dijaga, ia bisa hilang, atau lebih buruk lagi, diambil alih oleh hal lain yang justru tidak memberikan kedalaman jiwa.
Maka, mari kembali jatuh cinta pada membaca. Rasakan lagi getaran yang muncul saat membuka buku baru, atau saat menunggu halaman demi halaman mengungkap cerita. Membaca adalah investasi untuk pikiran, perasaan, dan karakter kita. Karena dari satu buku, kita bisa membuka diri untuk beragam kisah, dan dari beragam kisah itu kita menjadi pribadi yang lebih luas dan terbuka.
Iklan
sponsor
