Tanpa Rencana

destinasi favorit bagi para pendaki
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated


Kadang perjalanan terbaik adalah yang tidak direncanakan, dan kali ini saya merasakan pengalaman tersebut saat menerima ajakan spontan dari teman-teman pendaki. Perjalanan ini berawal dari ajakan Kang Babrak dari Jombang, Kang Hanif dari Pasuruan, dan juga teman-teman dari Malang. Tanpa rencana yang matang, kami berangkat menuju Gunung Arjuno, tujuan kami sederhana: menikmati alam dan meresapi peninggalan sejarah yang ada di sekitar Arjuno, terutama candi-candi dari era Majapahit.

Gunung Arjuno, dengan ketinggian 3.339 meter, memang menjadi salah satu destinasi favorit bagi para pendaki di Jawa Timur. Di puncak gunung ini, terdapat banyak situs bersejarah berupa candi-candi peninggalan masa Majapahit, yang membuat perjalanan ini bukan hanya tentang keindahan alam tetapi juga merasakan kekayaan budaya yang masih tersimpan di sana.

Kami sempat bermalam di sekitar pos Spilar, sebuah titik di jalur pendakian menuju puncak. Udara malam di gunung benar-benar dingin, menusuk hingga ke tulang. Beruntung, kami ditemani seorang pemandu yang dengan sigap membuat api unggun untuk menghangatkan badan. Api unggun tersebut bukan hanya mengusir dingin, tetapi juga menjadi tempat berkumpul dan berbagi cerita sesama pendaki yang ada di sana.

Hal yang menarik dari perjalanan ini adalah kesempatan untuk bertemu dengan pendaki lain yang memiliki semangat yang sama. Setiap kali berpapasan, kami saling menyapa, berbagi informasi tentang jalur dan kondisi di atas, hingga berbagi cerita tentang alasan mereka mendaki. Suasana kebersamaan ini yang selalu membuat saya rindu mendaki, karena selalu ada nuansa persaudaraan yang tercipta di antara para pencinta alam.

Perjalanan mendaki ini bukan sekadar menikmati pemandangan, tapi juga menjadi perjalanan untuk mendalami peninggalan sejarah yang tersembunyi di ketinggian. Keberadaan candi-candi ini mengingatkan kita pada kejayaan peradaban Majapahit yang besar dan lestari hingga hari ini. Bagi kami, mendaki Gunung Arjuno adalah perpaduan antara petualangan fisik, kekayaan alam, dan perjalanan spiritual yang mendalam.

Mendaki tanpa rencana seperti ini memberikan kesan tersendiri, karena setiap langkah terasa lebih bebas dan tanpa ekspektasi. Gunung Arjuno menjadi lebih dari sekadar tujuan, ia menjadi saksi perjalanan kami dalam meresapi alam dan sejarah. Di akhir perjalanan, kami merasa tidak hanya telah mencapai puncak, tetapi juga telah membawa pulang pengalaman dan kenangan yang tak akan terlupakan.

Iklan

sponsor

Posting Komentar

Subscribe

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.