Sikap Membandingkan: Antara Dilarang dan Dianjurkan
Dalam Islam, membandingkan diri atau orang lain tidak selalu dianggap salah. Ada konteks di mana tindakan ini menjadi tidak diperbolehkan, tetapi ada pula situasi di mana hal tersebut justru dianjurkan.
Menimbulkan rasa iri dan dengki: Jika membandingkan diri dengan orang lain membuat kita merasa tidak puas dengan apa yang telah Allah berikan, maka hal ini bisa menjauhkan kita dari rasa syukur.
Mengurangi rasa percaya diri: Ketika terus-menerus merasa lebih rendah dari orang lain, kita cenderung kehilangan motivasi untuk berkembang.
Memicu kesombongan: Sebaliknya, jika membandingkan diri membuat kita merasa lebih unggul dan meremehkan orang lain, ini juga tidak sesuai dengan ajaran Islam.
Allah berfirman dalam Al-Qur'an:
"Dan janganlah kamu iri hati terhadap karunia yang telah dilebihkan Allah kepada sebagian kamu atas sebagian yang lain."(QS. An-Nisa: 32)
Ayat ini mengingatkan kita untuk tidak iri terhadap kelebihan orang lain, melainkan mensyukuri apa yang kita miliki.
Dalam hal kebaikan: Melihat orang lain yang lebih rajin beribadah, lebih dermawan, atau lebih berilmu seharusnya memotivasi kita untuk menjadi lebih baik.
Sebagai introspeksi diri: Membandingkan diri dengan orang lain dapat menjadi cara untuk mengevaluasi kekurangan kita dan belajar dari kelebihan mereka.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
"Tidak ada iri kecuali dalam dua perkara: seseorang yang diberi ilmu oleh Allah lalu ia mengamalkannya dan mengajarkannya, serta seseorang yang diberi harta oleh Allah lalu ia menginfakkannya di jalan kebenaran."(HR. Bukhari dan Muslim)
Cara Menghindari Sikap Membandingkan yang Negatif
Agar tidak terjebak dalam kebiasaan membandingkan diri secara negatif, berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan:
- Bersyukur atas nikmat AllahIngatlah bahwa setiap orang memiliki rezeki dan jalannya masing-masing. Bersyukur atas apa yang kita miliki akan membuat hati lebih tenang.
- Fokus pada tujuan pribadiDaripada membandingkan diri dengan orang lain, fokuslah pada perkembangan diri sendiri. Tetapkan tujuan yang realistis dan berusaha mencapainya dengan konsisten.
- Belajar dari orang lainJadikan kelebihan orang lain sebagai inspirasi, bukan sebagai alasan untuk merendahkan diri.
- Hindari media sosial yang memicu rasa tidak puasMedia sosial seringkali menjadi tempat di mana orang membandingkan hidup mereka dengan orang lain. Batasi penggunaannya jika hal ini memengaruhi kesehatan mental.
Penutup
Membandingkan diri dengan orang lain bukanlah hal yang sepenuhnya salah. Hal ini tergantung pada niat dan dampaknya terhadap diri kita. Jika membandingkan diri membuat kita termotivasi untuk menjadi lebih baik, maka itu dianjurkan. Namun, jika hal tersebut menjauhkan kita dari rasa syukur dan membuat hati gelisah, maka sebaiknya dihindari. Ingatlah bahwa setiap orang memiliki perjalanan hidup yang berbeda, dan tugas kita adalah menjalani takdir kita dengan penuh rasa syukur dan usaha maksimal.
Iklan
sponsor
