Saya sendiri sudah terbiasa berangkat lebih awal ke masjid sejak kecil. Orang tua saya selalu mengajarkan bahwa lebih baik datang sebelum azan berkumandang, lalu melaksanakan sholat tahiyatul masjid. Jika tidak membaca Al-Qur'an, minimal memperbanyak bacaan surat Al-Ikhlas. Kebiasaan ini tertanam kuat hingga sekarang.
Menariknya, suatu hari saya berangkat lebih awal ke masjid, dan beberapa orang berkomentar, "Akas betul kayanya, masih sepi." Saya hanya tersenyum, karena bagi saya, justru dalam sepi itu ada ketenangan. Duduk di dalam masjid sebelum ramai, meresapi suasana, dan mengisi waktu dengan ibadah terasa sangat menyejukkan.
Namun, ada juga yang lebih santai dalam berangkat ke masjid. Beberapa orang memilih datang saat khutbah hampir dimulai, dan setelah selesai sholat, ada yang langsung pulang, ada pula yang memilih duduk sebentar atau bahkan ngopi dulu sambil bercengkrama dengan teman-teman.
Saya tidak ingin menghakimi kebiasaan siapa yang lebih baik. Namun, saya percaya bahwa datang lebih awal memberikan kesempatan untuk lebih mempersiapkan hati dan pikiran sebelum sholat Jumat.
Selain itu, ada hadis yang menyebutkan keutamaan datang lebih awal, di mana orang yang pertama datang ke masjid mendapat pahala seperti berkurban seekor unta, yang berikutnya seperti berkurban sapi, lalu kambing, hingga yang datang belakangan hanya mendapat pahala sebutir telur.
Bagaimana menurut kalian?
Apakah kalian lebih suka berangkat lebih awal seperti yang diajarkan kepada saya, atau lebih santai dalam menjalani ibadah Jumat?
Apapun pilihan kalian, yang terpenting adalah menjaga kekhusyukan dan niat tulus dalam beribadah.
Iklan
sponsor
