Allah mengetahui isi hati kita, mengetahui niat di balik setiap kebaikan yang kita lakukan. Maka, mengapa kita harus risau dengan penilaian manusia? Jangan mudah tersinggung oleh kata-kata yang menyakitkan, sebab mereka yang mencela tidak memahami ketulusan hati kita. Biarkan mereka dengan prasangka dan ucapannya, sementara kita tetap teguh dalam jalan kebaikan.
Berbuat baik kepada orang yang bersikap baik kepada kita adalah sesuatu yang biasa. Namun, berbuat baik kepada mereka yang pernah menyakiti kita, itulah sesuatu yang luar biasa. Memaafkan dan tetap menunjukkan akhlak mulia adalah tanda kedewasaan iman. Bahkan, tersenyum kepada orang yang menyimpan kebencian di dalam hatinya adalah sebuah kebesaran jiwa. Lebih dari itu, mengucapkan salam kepada orang yang tidak memiliki masalah dengan kita memang luar biasa, tetapi memberikan salam kepada mereka yang mungkin menyimpan kebencian terhadap kita adalah sesuatu yang sangat luar biasa.
Rasulullah ﷺ telah memberi teladan dalam hal ini. Beliau senantiasa membalas keburukan dengan kebaikan, bahkan kepada orang-orang yang terang-terangan membenci dan mencelanya. Dari sikap beliau, kita belajar bahwa kebaikan sejati tidak bergantung pada bagaimana orang lain memperlakukan kita, tetapi pada bagaimana kita memilih untuk tetap berbuat baik dalam segala keadaan.
Maka, tetaplah berbuat baik. Jangan biarkan perkataan manusia mengubah niat suci yang ada dalam hatimu. Ingatlah, setiap kebaikan yang kita lakukan bukan untuk mendapatkan pujian manusia, tetapi untuk mengharap ridha Allah. Semoga kita senantiasa diberi kekuatan untuk tetap teguh dalam kebaikan, meskipun dunia di sekitar kita tidak selalu berpihak pada kita.
Iklan
sponsor
