Apapun kendaraan yang melintas motor, mobil, bus, atau bahkan pejalan kaki harus berhenti seketika. Tidak ada negosiasi, tidak ada pengecualian. Ini adalah momen di mana semua orang harus patuh, menunggu dalam keteraturan di tengah hiruk-pikuk pagi.
Di hari-hari biasa, terutama Senin hingga Sabtu, perlintasan ini menjadi saksi betapa sibuknya pagi. Anak-anak berseragam sekolah duduk di boncengan motor orang tuanya, para pekerja yang terburu-buru mengintip jam tangan, dan pengendara dengan kecepatan tinggi berharap bisa lebih cepat sampai tujuan. Semua berkumpul dalam kesibukan yang hampir sama setiap harinya. Namun, ada satu pengecualian: hari Minggu. Di hari itu, jalanan lebih lengang, seakan memberi jeda sejenak dari rutinitas yang padat.
Namun, di balik semua ini, ada satu hal yang harus selalu diingat: keselamatan. Seberapa penting pun urusan yang dikejar, seberapa terburu-buru pun kita ingin tiba di tujuan, ada aturan yang harus ditaati demi keselamatan bersama. Palang pintu perlintasan adalah pengingat bahwa terkadang kita harus berhenti sejenak, menunggu dengan sabar, sebelum akhirnya melanjutkan perjalanan.
Karena di jalan raya, yang paling utama bukan sekadar sampai, tetapi sampai dengan selamat.
Iklan
sponsor
