Orang Bodoh Lebih Berbahaya daripada Orang Jahat

The Basic Laws of Human Stupidity.
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated


Ada satu pemikiran yang menarik namun sering kita abaikan dalam kehidupan sehari-hari: bahwa orang bodoh sebenarnya lebih berbahaya daripada orang jahat. Gagasan ini bukan hanya hasil pengamatan iseng, tetapi telah menjadi perhatian para pemikir besar. Salah satunya adalah Carlo M. Cipolla, seorang sejarawan ekonomi Italia, dalam esainya The Basic Laws of Human Stupidity.

Cipolla menjelaskan bahwa orang jahat memang merugikan orang lain, tetapi setidaknya mereka memiliki motif yang bisa dimengerti: mereka ingin keuntungan pribadi, meskipun dengan cara yang salah. Mereka sadar atas tindakannya dan biasanya bertindak dengan perhitungan, meskipun tidak etis. Karena itu, orang jahat cenderung lebih mudah dihadapi kita tahu apa yang mereka inginkan, kita bisa mengenali pola mereka, dan dalam beberapa kasus, kita bisa mengantisipasi atau bahkan bernegosiasi.

Namun orang bodoh ini yang menjadi persoalan tidak memiliki motif yang jelas. Mereka bisa merugikan orang lain dan dirinya sendiri tanpa menyadari apa yang mereka lakukan. Mereka tidak punya niat jahat, tetapi dampaknya bisa jauh lebih besar karena tindakan mereka sulit diprediksi, tidak logis, dan seringkali tidak bisa dilawan dengan argumen rasional.

Bahaya semakin besar ketika orang bodoh berada dalam posisi kekuasaan. Ketidaktahuan yang dikombinasikan dengan kepercayaan diri yang tinggi bisa menjadi kombinasi yang sangat merusak. Mereka bisa mengambil keputusan yang berdampak luas tanpa menyadari konsekuensinya, dan yang lebih parah: mereka tidak tahu bahwa mereka tidak tahu. Dalam dunia seperti ini, kehancuran bisa datang bukan karena niat jahat, tapi karena ketidaktahuan yang dibiarkan tumbuh dan diberi panggung.

Kita seringkali terlalu fokus mencari dan melawan orang jahat. Tapi mungkin sudah saatnya kita lebih waspada terhadap kebodohan karena ia bisa menyusup dalam bentuk yang tampak polos, tidak mengancam, bahkan kadang dibungkus dengan niat baik. Padahal, justru dari sanalah kerusakan terbesar bisa muncul.

Maka, tugas kita bukan hanya membendung kejahatan, tetapi juga mendorong pendidikan, membangun budaya berpikir kritis, dan mengajarkan kerendahan hati intelektual agar semakin sedikit orang yang merusak karena tak sadar bahwa dirinya sedang merusak.

Iklan

sponsor

Posting Komentar

Subscribe

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.