Menu Sahur Pertama

Menu Sederhana di Sahur Pertama: Pisang, Makan Secukupnya, dan Keberkahan Sholat Malam
Please wait 0 seconds...
Scroll Down and click on Go to Link for destination
Congrats! Link is Generated


Bulan suci Ramadan 1447 Hijriah akhirnya tiba. Udara dini hari yang tenang menjadi saksi bisu dimulainya kembali perjalanan spiritual menahan diri dari hawa nafsu dan lapar dahaga. Bagi saya, momen sahur pertama selalu memiliki kesan tersendiri; sebuah awal yang sederhana namun penuh makna.

Tepat di sepertiga malam terakhir, alarm berbunyi, memecah keheningan. Dengan sedikit mengusap kantuk, saya melangkah menuju dapur. Untuk sahur pertama ini, saya memilih untuk tidak menyiapkan hidangan yang rumit atau berlebihan. Saya hanya mengambil beberapa potong pisang yang sudah tersedia di meja makan.

Mengawali sahur dengan buah pisang ternyata memberikan sensasi tersendiri. Teksturnya yang lembut dan rasa manis alaminya terasa menyegarkan tenggorokan. Saya menikmatinya perlahan, mengunyah dengan penuh kesadaran, seraya bersyukur atas nikmat makanan sederhana yang tersedia. Lebih dari sekadar asupan energi, pisang itu terasa seperti "pembuka jalan" yang baik untuk sistem pencernaan sebelum menerima makanan lain.

Setelah pisang, saya melanjutkan dengan menu utama yang juga sangat sederhana: nasi putih hangat dengan lauk seadanya. Yang terpenting bagi saya di sahur pertama ini bukanlah kemewahan hidangan, melainkan prinsip makan secukupnya. Saya berusaha mengisi perut tidak terlalu kenyang, hanya sekadar menjadi bekal kuat menjalani puasa hingga waktu berbuka. Kesyukuran terasa begitu dalam saat menyuapkan nasi hangat di keheningan subuh.

Selesai menyantap hidangan, saya membersihkan peralatan makan dengan ringkas. Masih ada waktu luang sebelum azan Subuh berkumandang. Inilah saat yang paling saya nantikan. Udara dingin makin terasa menusuk, namun hati justru terasa hangat karena akan segera bermunajat kepada-Nya.

Saya mengambil air wudhu, lalu berdiri menghadap kiblat untuk melaksanakan sholat malam. Dua rakaat sholat tahajud saya panjatkan dengan khusyuk. Di tengah sunyinya malam, hanya ada bisikan doa dan harapan yang terlontar dari lisan. Memohon kelancaran, kekuatan, dan keberkahan selama menjalani ibadah puasa di bulan yang mulia ini. Rasanya begitu damai; sahur sederhana terasa lengkap dan berkah dengan adanya momen-memanjatkan diri kepada Sang Pencipta.

Subuh pun tiba. Azan berkumandang, menandai dimulainya hari pertama puasa. Saya menunaikan sholat Subuh berjamaah. Segala rangkaian kegiatan dari bangun tidur, sahur sederhana dengan pisang dan makan secukupnya, hingga sholat malam, terangkai menjadi satu kesatuan ibadah yang indah.

Sahur pertama di bulan Ramadan 1447 H ini mengajarkan saya satu hal: Keberkahan tidak selalu datang dari kemewahan, tetapi dari kesederhanaan yang dijalani dengan penuh kesadaran dan rasa syukur. Pisang yang sederhana, porsi makan yang secukupnya, dan air mata harap dalam sholat malam adalah kombinasi sempurna untuk mengawali bulan penuh ampunan ini. Semoga semangat sederhana namun penuh makna ini dapat terus terjaga hingga akhir Ramadan nanti.

Selamat menjalankan ibadah puasa. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih dan niat yang tulus.

Iklan

sponsor

Posting Komentar

Subscribe

Oops!
It seems there is something wrong with your internet connection. Please connect to the internet and start browsing again.
AdBlock Detected!
We have detected that you are using adblocking plugin in your browser.
The revenue we earn by the advertisements is used to manage this website, we request you to whitelist our website in your adblocking plugin.
Site is Blocked
Sorry! This site is not available in your country.